Selasa, 17 Desember 2013

Tips mengganti lensa Kamera DSLR secara aman

Kelebihan utama kamera digital SLR dibandingkan dengan kamera pocket yaitu kalau kamera SLR memungkinkan adanya penggantian lensa (interchangeable). Hanya dengan satu kamera dan jika kita cukup beruntung mampu membeli beragam lensa (atau setidaknya pinjam lensa teman), kita memperoleh kebebasan berkreasi yang luar biasa dengan mengganti-ganti lensa sesuai keperluan.

Namun, sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses penggantian lensa, terutama jika anda melakukannya di luar ruangan (outdoor). Penggantian lensa di luar ruangan rawan mengakibatkan debu dan kotoran masuk ke kamera dan menempel disensor, sehingga membuat hasil akhir foto tampak ‘ternoda’. Harga jual lensa yang begitu mahal, membuat kita harus selalu ekstra menjaga dan merawat lensa kamera yang kita miliki. Selain itu ketidakcermatan bisa mengakibatkan lensa yang sudah susah payah dibeli beresiko rusak dan jatuh sehingga anda akan menyesal.

Berikut cara praktis dan aman mengganti lensa SLR:
  1. Kalungkan tali kamera di leher, kemudian posisikan kamera agar menggantung dan menghadap ke bawah
  2. Pasang tutup depan (front cap) lensa yang akan diganti
  3. Sembari menekan tombol kuncian lensa (biasanya disamping kiri lensa), putar lensa yang akan diganti berlawanan dengan arah jarum jam
  4. Putar sampai lensa kendor, namun jangan sampai benar-benar dilepas dari kamera
  5. Ambil lensa baru yang akan dipasang. Lepas tutup lensa dibelakang (end cap) dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau sementara pegang lensa-nya dengan satu tangan
  6. Sekarang lepas lensa lama dengan tangan yang lain (biarkan kamera menggantung dan tetap menghadap kebawah)
  7. Sekarang pasang lensa baru dengan cepat (perhatikan titik putih dilensa, sejajarkan posisi titik putih ini dengan titik putih di kamera) lalu putar hingga terkunci
  8. Ambil tutup belakang (end cap) lensa lama dan pasangkan di lensa yang baru
  9. Taruh lensa lama di tas kamera 

Sedikit tips tambahan, setelah penggantian lensa usahakan anda mengaktifkan fitur sensor cleaning di kamera sehingga mengurangi resiko foto anda terdapat bercak debu. Hindari mengganti lensa terutama saat angin kencang, apalagi anda memotret di pantai.
demikian semoga bermanfaat.

Selasa, 10 Desember 2013

Review Kamera: Samsung NX300

Samsung dengan kamera berjenis mirrorless lebih mengutamakan performa seperti kamera Digital SLR. NX300 dilengkapi sensor berukuran APS-C dengan resolusi 20,3 megapixel dan rentan ISO100-25600. Samsung membenamkan Prosesor DRIMe IV, serta menambahkan phase detect AF untuk menghasilkan sistem AF Hybrid yang lebih cepat dan akurat. Kecepatan maksimal shutter1/6000 dan pengambilan gambar secara beruntun hingga 9fps. 





NX300 menggunakan layar AMOLED berukuran 3,31 inci yang memiliki 768k dot. Layar tersebut merupakan layar sentuh yang bisa memudahkan proses framing, pemilihan titik fokus dan dalam melihat kembali hasil jepretan maupun rekaman video. Meski tidak dilengkapi OS Android seperti samsung Galaxy Camera yang paling terbaru, namun samsung NX300 memiliki fitur dual band  WI-FI dan dukungan apps yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS. 

Review Samsung Camera NX300

Samsung Camera NX300 ini prosessor Pengolah Gambar DRIMEe IV yang berfungsi untuk membidik gambar lebih cepat, mengurangi noise, dan memproduksi warna lebih baik.
Desain dari Samsung Camera NX300 ini sangat elegan dan stylist. ukuran layar dari kamera samsung NX300 ini 3.31″” Layar Sentuh Tilt AMOLED  yang  tidak memerlukan lampu backlight dan memiliki tingkat kontras yang lebih tinggi. Iso dari Samsung Camera NX300 ini menyediakan sensitivitas ISO hingga 25.600 dalam pengaturan normal.


Spesifikasi Samsung Camera NX300


Ukuran (L x W x H cm)9.4×5.6×1.8
Berat (kg)0.126 kg
WarnaPutih
TipeSamsung Camera NX300
Ukuran Layar (in)3.3 in
Megapiksel20.3 MP
FiturTouchscreen|HD Recording|Image Stabilization
Garansi produk1 Tahun Garansi
InputUSB
OutputComposite Video|USB|HDMI
Koneksi NirkabelWiFi
Kamera120.3 MP
USB Portada
Resolusi Layar800 x 480
Tipe BateraiLi-Ion
Format FotoJPEg & RAW
Ukuran File Foto5472×3648
Format VideoMP4
Video HDada
Resolusi Video1920×0180 pixels
Image Stabilizationada
ISO Range100-25600 ISO
Range Shutter Speed1/6000-30 detik
Built in Flashada
Tipe Memory CardSD/SDHC/SDXC
Tipe LayarAMOLED



Harga Samsung Camera NX300


Untuk Harga Samsung NX300 ini dibandrol dengan harga US$750 (termasuk lensa kit (20-50mm) dan hadir dalam dua pilihan warna hitam dan putih. Sementara lensa samsung NX 45mm F1.8 2D/3D dibandrold dengan harga US$600. 

O ya jika anda berminat langsung aja cek tkp sudah banyak yang jual, belinya di toko kamera bukan di toko komputer hehe becanda :D

Rabu, 27 November 2013

Mode Pada Sebuah Kamera Digital

Dibawah ini ada beberapa pengenalan mengenai mode pada sebuah kamera digital, simak yah. Untuk itu mari kita coba membahas fungsi-fungsi standar yang ada pada tiap kamera DSLR pada umumnya. Pada Kamera digital ada Fungsi standar atau yang disebut dengan MODE. Umumnya standar Mode pada kamera digital adalah sebagai berikut;

P (program AE)
di P, speed & apperture = automatis
WB, ISO , Speed, AFmode, Metering mode, Flash masih bisa dikontrol

Av (Aperture Priority )

di AV bisa mengatur diagfragma, speed akan automatis mencari.
WB, ISO , Speed, AFmode, Metering mode, Flash masih bisa dikontrol

TV (Shutter Speed Priority )
di TV bisa mengatur speed, diagfragma akan automatis mencari.
WB, ISO , Speed, AFmode, Metering mode, Flash masih bisa dikontrol

M (manual exposure)
di Manual kita sendiri yang menentukan diagfragma,speed, iso dalam memotret
Masih ada lagi beberapa variasi mode. Namun Mode standar pada kamera DSLR dan yang perlu dipelajari oleh seorang fotografer adalah seperti diatas. Adapun Mode Auto tambahan dibuat untuk mempermudah pemotretan, seperti misalnya, Landscape, Nightscene, Makro, Close Up dan sebagainya.
Namun sebaiknya tiap tiap Mode ini di pelajari untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing masing. Terkadang fungsi Auto berguna untuk mendapatkan foto secara cepat.
Untuk lebih mengenal kamera milik anda, sebaiknya luangkan sedikit waktu untuk membaca manual book. Dimana pada manual book terdapat semua penjelasan tentang kamera anda.

Selasa, 26 November 2013

7 Tips Memilih Kamera Digital yang Tepat

Saat ini, hampir setiap orang pasti memiliki Kamera digital. Karena kamera digital akan membantu anda dalam mengabadikan berbagai momen yang penting. Dengan demikian, anda bisa berbagai momen spesial dengan orang-orang terdekat. Bagi anda yang ingin membeli kamera digital, anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa tips memilih kamera digital simak 7 tips memilih kamera digital dibawah ini:
  1. Tanya rekomendasi teman

    Saat ini, sebagian besar orang memiliki kamera digital. Coba kumpulkan informasi dan referensi dari teman, kerabat atau anggota keluarga. Tanya mereka apa saja keunggulan dan kelemahan dari kamera yang mereka miliki untuk menentukan merk dan tipe kamera.
  2. Tentukan jenis lensa kamera

    Obyek apa yang lebih sering ingin Anda foto, menentukan jenis kamera. Misalnya, jika obyek Anda adalah pemandangan alam, maka lensa dengan jangkauan luas lebih tepat.
  3. Tentukan resolusi kamera

    Jika Anda senang mencetak hasil foto Anda, maka ukuran hasil cetakan yang Anda inginkan akan menentukan resolusi kamera yang akan Anda beli. Jika hasil cetakan hanya seukuran kartu pos (postcard), maka kamera dengan resolusi 1 megapixels sudah cukup. Namun jika Anda ingin mencetak hingga ukuran A3 atau lebih besar, pilihlah kamera dengan megapixel yang lebih tinggi, misalnya 4 megapixels, 6 megapixels, atau bahkan 10 megapixels.
  4. Tentukan ukuran kamera

    Saat ini, baik kamera saku atau pocket maupun kamera profesional (misalnya SLR), memiliki beragam ukuran dan bentuk. Pilihlah yang paling mudah dan nyaman Anda genggam.
  5. Pelajari istilah kamera digital

    Pelajari berbagai istilah yang ada dalam spesifikasi sebuah kamera digital. Anda dapat membandingkan keunggulan berbagai kamera dengan mempelajari berbagai istilah dalam spesifikasi kamera.
  6. Tentukan budget

    Tentukan anggaran yang akan Anda keluarkan untuk membeli kamera. Sekali Anda sudah tetapkan, berpautlah pada anggaran tersebut dan jangan tergoda dengan jenis kamera yang lebih mahal.
  7. Tentukan konektivitas

    Tentukan kamera yang Anda beli dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat elektronik lainnya. Misalnya Anda perlu memastikan bahwa data foto Anda ingin dapat dilihat di komputer ataupun ditampilkan di televisi yang telah memiliki koneksi USB.
Demikian beberapa tips memilih kamera digital, semoga artikel diatas bermanfaat :)

Kualitas Kamera HP VS Kamera Digital

Saat ini, Persaingan ponsel berkamera tak hanya mengandalkan kualitas ketajaman gambar, tapi juga penampilan fitur, desain maupun asesoris tambahan lainnya.
Kemajuan teknologi dalam produk seluler, kini telah meningkatkan kualitas kamera di dalam ponsel seperti . Ketajaman gambar serta besarnya resolusi kamera hingga 5 bahkan 8,1 megapixel telah meredifinisi makna sebuah ponsel. Bila awalnya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi suara dan pesan (SMS), kini sebuah ponsel sudah dilengkapi dengan kamera digital. Bahkan kemampuan dan kualitas ponsel dalam merekam sebuah objek, sudah hampir setara dengan kamera digital pada umumnya. Dengan besarnya resolusi kamera tersebut, sulit membedakan hasil jepretan handphone kamera dengan kamera digital pada umumnya.
Dengan handphone berkamera lebih dari 5 megapixel, konsumen dapat memotret gambar secara bagus dan sekaligus dapat berkomunikasi, hanya dengan menggunakan satu alat. Sementara untuk camera digital, hanya dapat digunakan untuk memotret. Sedangkan jika ingin menghubungi seseorang atau untuk berkomunikasi, maka konsumen memerlukan satu alat lagi, yaitu handphone. Oleh karena itu, sebagian besar orang menilai, bahwa dengan hanya membawa camera digital saja tidak cukup, namun menjadi tidak praktis ketika harus membawa dua alat. Hal inilah yang membuat handphone lebih disukai oleh sebagian besar orang.
Walaupun untuk masalah resolusi kamera baik pada handphone ataupun camera digital adalah sama, namun camera digital memiliki kelebihan yakni kemampuan zoom optic yang lebih kuat. Dalam hal ini, camera digital telah mampu melakukan pembesaran zoom optic hingga empat kali. Sedangkan untuk handphone hanya mengandalkan lensa yang statis dengan pembesaran secara digital. Akan tetapi dengan adanya fakta bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sepertinya lebih menyukai handphone yang berkamera resolusi tinggi, menyebabkan para produsen ponsel seluler menjadi lebih bersemangat mengembangkannya karena dirasa mampu menjanjikan keuntungan yang jauh lebih besar. Sebab kelengkapan fitur dan kualitas gambar yang dihasilkan oleh handphone berkamera ini boleh dibilang hampir se-level dengan kamera digital pada umumnya.

Senin, 18 November 2013

Nikon Df kamera DSLR Bergaya Kamera Analog

Salah satu rakasasa kamera, Nikon, meluncurkan kamer digital terbaru bergaya retro. Nikon Df adalah kamera DSLR beresolusi 16,2 megapiksel dengan body kamera analog.

Nikon benar-benar melempar disain kamera digital terbarunya ke tahun 90-an. Nikon Df memiliki bentuk yang sama dengan kamera andalan pada era 90-an, yakni Nikon FM2. Namun bedanya Nikon Df merupakan kamera digital yang sudah memiliki auto fokus serta auto leveling.

Berbagai tombol menghiasi Nikon Df dengan fungsi yang lebih modern. Meski bergaya retro, sebagaimana disadur dari CNet, Selasa (5/11/2013), kamera ini ditenagai oleh sensor CMOS Expeed 3 seperti yang dimiliki oleh kamera Nikon D4. Kaera digital jadul ini memiliki ISO yang sangat tinggi, yakni 204.800, dan paling kecil 50.

Untuk lensa, Nikon Df sudah menyediakan lensa kit 50mm f 1.8 sepaket dengan body. Auto fokusnya pun memiliki 39 titik fokus. Daya tahan jepretan Nikon Df bisa sampai 150 ribu kali digunakan. Namun sayangnya, kamera jadul berteknologi tinggi ini tak menyediakan mode rekaman video.

Nikon Df tersedia dalam dua pilihan warna silver dan hitam polos. Kamera ini meluncur dan sudah tersedia pada November 2013. 

--------
gimana gan ada yang berminat menjual kamera nikon jenis ini hehe?

Minggu, 17 November 2013

Istilah Apa saja pada Lensa Nikon?

Semakin berkembangnya teknologi lensa, kini istilah yang biasa dipakai pada lensa Nikon semakin banyak dan terkadang membingungkan untuk sebagian orang. Istilah-istilah Pada Lensa Nikon – Pemakai kamera SLR digital Nikon sebagian besar tentunya juga memakai lensa Nikon. Hal ini dikarenakan lensa Nikon memiliki kualitas optik yng amat baik dan tentuny mempunyai banyak pilihan lensa yng tersedia. Nah, untuk mengetahui lebih jauh mengenai istilah-istilah apa saja yang biasa dipakai untuk lensa canon, berikut sajiannya:

Istilah Pada Lensa Nikon

Sebagai contoh, bagaimana maksud dari Nikkor AF-S DX 18-200mm 1:3.5-5.6G VR IF ED? Barangkali catatan kecil ini ada gunanya.


  • Nikkor -> Nama untuk lensa buatan Nikon.
  • AF-S -> Lensa Nikon yang memiliki motor ‘SWM’ sehingga proses auto fokus dilakukan di lensa, bukan pada bodi kamera. Lensa AF-S diyakini lebih cepat dan akurat dalam urusan auto fokus dibanding lensa AF lainnya.
  • DX -> Lensa Nikon khusus untuk DSLR Nikon berformat DX (memiliki sensor APS-C). Lensa ini memiliki lingkar gambar lebih kecil dari lensa Nikon lain, sehingga memiliki ukuran yang juga lebih kecil. Apabila lensa ini dipasang pada DSLR Nikon berformat FX seperti Nikon D3, maka akan terjadi vignetting.
  •  G -> Menyatakan ketiadaan aperture ring pada lensa. Pemilihan nilai aperture hanya bisa dilakukan melalui dial kamera (kamera SLR Nikon lama tidak kompatibel dengan lensa G ini).
  •  VR -> Vibration Reduction, teknologi stabilizer pada lensa untuk meminimalisir getaran tangan saat memotret pada kecepatan rendah. Dengan memakai lensa VR kemungkinan gambar blur dapat dihindari karena elemen VR akan mengkompensasi getaran, kemampuannya hingga 3-4 stop.
  •  IF -> Internal Focusing, proses auto fokus terjadi didalam lensa sehingga tidak ada bagian luar lensa yang berputar saat lensa mencari fokus. Ini memungkinkan penambahan filter tertentu pada bagian depan lensa.
  • ED -> Extra low Dispersion, elemen lensa khusus yang ditujukan meningkatkan kontras dan ketajaman dengan meniadakan penyimpangan warna saat cahaya memasuki bagian lensa / chromatic aberration.


So, lensa tadi memiliki arti lensa Nikon berformat DX yang memiliki motor fokus pada lensa, memiliki jangkauan zoom terdekat di 18mm, terjauh di 200mm dengan diafragma maksimal pada saat wide di f/3.5, terjauh di f/5.6, memiliki teknologi stabilizer VR, tidak memiliki aperture ring, dilengkapi elemen lensa ED dan sistem mekanisme auto fokusnya secara internal. Karena lensa DX dirancang untuk dipasang di kamera Nikon DSLR bersensor APS-C, maka akan terkena crop factor 1,5x sehingga jangkauan efektifnya setara dengan 27-300mm.

Untuk Istilah Pada Lensa Nikon lainnya, masih banyak istilah lain yang biasa dipakai. Inilah diantaranya :
  •  SIC -> Super Integrated Coating, lapisan khusus untuk menghilangkan flare saat lensa terkena cahaya matahari.
  •  N -> Nano crystal coat, lapisan lensa yang juga dipakai untuk mengurangi flare dan ghosting.
  • Asph -> Aspherical lens, lensa khusus untuk mengurangi distorsi dan penyimpangan warna.
  • D -> Distance information, untuk memberikan informasi tentang jarak objek ke kamera sehingga membantu kerja sistem Matrix metering dan iTTL flash.
  • DC -> Defocus Control, untuk mengubah-ubah variasi bokeh sehingga foto portrait dapt memiliki background yang blurnya sesuai.
  •  Micro -> Istilah untuk lensa khusus makro.

Itulah beberapa istilah dari lensa Nikon, barangkali ada gunanya bagi anda para pemakai dan calon pemakai kamera SLR Nikon juga bagi para penjual lensa kamera nikon beserta lensanya semoga artikel ini berguna untuk anda :)

Empat Lensa Kit Untuk Digital SLR Nikon

Seperti kita ketahui sebelumnya, Lensa kit  adalah lensa yang dijual bersama dengan body kameranya. Saat dijual sepaket, harga total keduanya (lensa kit + body kamera) akan menjadi lebih murah dibandingkan saat membeli secara terpisah. Walaupun lensa kit memiliki banyak batasan (kualitas foto dan kualitas material lensa itu sendiri), bagi yang memiliki budget terbatas, kombinasi body kamera + lensa kit adalah opsi yang sangat menarik karena lebih hemat. Namun, tentu saja anda juga harus mengetahui harga jual kamera nikon tersebut terlebih dahulu.

Sebelum melangkah lebih jauh, kalau anda lumayan awam dengan istilah-istilah yang dipakai dalam lensa Nikon silahkan lihat penjelasan singkatnya disini. Berikut ini beberapa pilihan lensa kit untuk DSLR Nikon (yang punya Canon pasti protes, kok Nikon doang? Nih untuk Canon baca disini):

1. AF-S DX Nikkor 18-105mm f/3.5-5.6G ED VR

18 105mm nikon
Lensa ini adalah jenis lensa super zoom ditilik dari rentang focal length yang ditawarkan. Dikenalkan di tahun 2008 dan dijual sepaket dengan body kamera Nikon D90, Nikon D7000 dan Nikon D5100 dan Nikon D3200 namun juga bisa dibeli secara terpisah.

Lensa ini sudah menggunakan vibration reduction untuk mengurangi shake. Untuk mengurangi chromatic aberration (apa itu?), dia sudah menggunakan teknologi ED (extra low dispersion). Autofokus juga relatif lumayan cepat berkat penggunaan silent wave motor (SWM). Lensa ini adalah lensa dengan format DX, jadi hanya kompatibel dengan kamera crop (saat dipakai di kamera full frame, foto yang dihasilkan akan timbul vignetting).

Saat membeli lensa ini sepaket dengan Nikon D7000, kita bisa menghemat sekitar Rp 1 Juta dibandingkan harus membeli secara terpisah.

Secara performance, lensa ini menurut DPReview menulis, “Rentang zoom yang lebar membuat lensa ini cocok untuk memotret gedung dan pemandngan sementara di saat tele, lensa ini cocok untuk foto potret.


2. AF-S Nikkor 18-55mm DX f/3.5-5.6G

AF S DX NIKKOR 18 105mm f3 5 5 6G ED VR 28 07 2012

Lensa kit satu ini adalah salah satu yang paling populer diantara para pengguna Nikon. Lensa ini sudah mengalami beberapa perubahan:

18-55mm f/3.5-5.6G, lensa ini dijual bersama dengan munculnya Nikon D50.
18-55mm f/3.5-5.6G II, generasi kedua lensa kit ini dijual sepaket dengan Nikon D40 dan D40x
18-55mm f/3.5-5.6 VR, generasi terbaru lensa 18-55 kit ini sudah dilengkapi dengan vibration reduction untuk mengurangi blur akibat shake, extra low dispersion untuk mengurangi chromatic aberration dan menggunakan silent wave motor untuk autofokus yang lebih cepat dan senyap. Generasi ketiga ini bisa anda beli secara sepaket dengan kamera slr Nikon D3100 dan D3200. Lensa ini juga cukup fleksibel untuk disulap menjadi lensa makro dengan bantuan reversing ring maupun close up filter.
Secara performance, lensa ini dipuji Ken Rockwell karena untuk harga yang murah kualitasnya sudah sangat lumayan.


3. AF-S Nikkor 18-135mm f/3.5-5.6G SWM IF-ED

Lensa ini dulu dijual bersama kamera SLR Nikon D80, namun saat ini sudah tidak diproduksi lagi karena digantikan oleh lensa kit 18-105mm yang lebih baru.


4. AF-S Nikkor 18-70mm f/3.5-5.4G ED-IF DX

Nasibnya serupa dengan lensa 18-135mm, lensa ini juga sudah dihentikan produksinya dan digantikan oleh generasi terbaru lensa kit 18-55mm.

Selasa, 12 November 2013

Daftar Harga Kamera DSLR Canon Oktober 2013

Kamera SLR Canon sekarang bisa anda dapatkan dengan harga murah atau bisa dibilang terjangkau dari harga 4 jutaan sampai puluhan juta bagi anda yang sudah menjadi fotografer profesional. Simak berikut ini beberapa harga dari tipe kamera dslr canon.

Berikut info harganya:

 Harga Canon EOS 600D – Body Only – 18 MP RP 5.839.000 dengan fitur 18 MP Kamera, 3″ LCD,Canon DIGIC-4,Layar Putar, Video Full-HD EOS

Harga Canon EOS 600DL Lensa Kit 18-55mm & 55-250mm – 18 MP RP 7.149.000 dengan fitur 18 MP Kamera, 3″ LCD,Lensa Kit 18-55mm & 55-250mm,Video Full HD EOS,Sensor CMOS

Harga Canon EOS 60D – Body Only – 18 MP RP 7.909.000 dengan fitur 18 MP Kamera, 3″ LCD, Canon DIGIC-4 Harga Canon EOS 1100DC – Lens Kit 18-55mm – 12.2MP RP 4.999.000 dengan fitur

Model Kamera SLR,Warna Hitam,Tipe EOS 1100DC,Ukuran Layar (in) 2.7,Megapiksel 12.2,Tipe Layar LCD

Daftar Harga Kamera DSLR Nikon Oktober 2013

Daftar Harga Kamera DSLR Nikon Oktober 2013 - Seperti ketahui Kualitas Kamera SLR nikon termasuk rekomendasi dari banyak fotografer profesional karena mudah digunakan bagi pemula sehingga anda bisa dari pemula menjadi tingkat profesional denga teknologi canggih yang telah dikembangkan nikon. Harga kamera yang diproduksi nikon pun termasuk murah dan terjangkau. Simak info harga jual kamera nikon berikut ini.

Harga-Harga Tipe Kamera DSRL Nikon Terbaru


Harga Nikon D3200 – Lensa Kit 18-55mm – 24.2 MP adalah RP 5.865.000 Fitur di dalamnya 24.2 Megapiksel,3″ TFT LCD,Lensa 18-55mm,Kualitas Video Full HD,Active D-Lighting

Harga Nikon D5200 Lensa Kit 18-55mm – 24.1 MP adalah RP 8.485.000 fitur di dalamnya 24.1 MP Kamera,3” Layar Vari-Angle,Lensa Kit 18-55 mm,Wireless Adapter,Video 1080p Full HD

Harga Nikon D5100 Lensa Kit 18-55mm – 16.2 MP adalah RP 6.039.000 fitur didalamnya 16.2 MP Kamera, 3″ LCD, Lensa Kit ED II 18-55mm

Harga Nikon D800 Body Only – 36.3 MP adalah RP 27.000.000 fitur di dalamnya 36.3 MP Kamera, 3.2” LCD

Harga Nikon D3100 Lensa Kit ED II 18-55 mm – 14.2 MP adalah RP 5.265.000 fitur di dalamnya 14.2 Kamera, 3″TFT LCD, Lensa Kit ED II 18-55mm

Harga Nikon D90 Lensa Kit 18-105 mm – 12.3 MP adalah RP 11.165.000 fitur di dalamnya 12.3 MP, 3″ LCD, Lensa Kit 18-105mm

Sudah yakin membeli salah satu tipe kamera diatas harga diatas bisa juga berubah sewaktu-waktu ada beberapa kemungkinan yang mempengaruhi harga seperti kota, toko dan kurs rupiah.

Selamat berhunting

Senin, 11 November 2013

Tips Cara Merawat Kamera & Lensa Agar Lebih Awet


Kamera SLR seperti halnya barang elektronik konsumen lainnya, membutuhkan perawatan yang cukup ekstra. Mereka memiliki komponen sensitif yang mudah rusak kalau kita ceroboh memegangnya.
Berikut ada beberapa hal praktis agar kamera dan lensa anda lebih awet:

1.Kalau kamera atau lensa anda jelas-jelas dinyatakan waterproof atau weather sealed, jauhkan mereka dari air dan basah. Air bisa menimbulkan kelembaban didalam internal kamera dan bisa membuat komponen internal rusak. Kamera weather sealed juga bukan berarti anda bisa memasukannya ke air.

2.Batere lithium-ion biasanya bertahan dalam 500 kali siklus recharge sebelum kerjanya mulai menyusut, kalau memang sudah waktunya jangan kaget kalau memang minta ganti. Buang sampah batere ditempat khusus (meskipun pengelolaan sampah kita tidak pernah memisahkan jenis limbah apapaun).

3. Selalu jaga kebersihan lensa. Saat membersihkan lensa, jangan langsung semprotkan cairan pembersih ke lensa, semprotkan dulu ke lap microfiber sedikit saja lalu baru usapkan lap microfiber tersebut ke lensa. Anda bisa membeli lap microfiber di swalayan besar.

4. Matikan kamera sebelum mengeluarkan batere atau memory card dan saat anda mencolokkan ke komputer, kamera memiliki komputer didalamnya dan bisa jadi tidak tahan terhadap perubahan arus listrik secara mendadak.

5.Strap kamera ada agar kamera anda tidak gampang jatuh dengan tidak sengaja, kalau memang merasa tidak nyaman memakai strap bawaan, belilah yang lebih nyaman.

6.Hindari meninggalkan kamera didalam mobil dalam waktu yang lama apalagi jika mobilnya terkena panas matahari langsung. Kamera memiliki rentang suhu aman dan akumulasi panas didalam mobil beresiko melebihi rentang tadi.

7.Kandungan garam dilaut bersifat korosif bagi komponen logam yang ada di dalam kamera maupun lensa sehingga berpotensi menghasilkan karat. Setelah memotret di dekat laut, bersihkan kamera dengan lap yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan sisa garam yang menempel di kamera, sedikit saja jangan terlalu banyak. Setelah itu lap lagi dengan lap hingga benar-benar kering.

8.Kamera dan lensa memiliki bagian bergerak seperti tombol, dial, engsel pintu batere dan memory card, focusing ring dan putaran zoom lensa. Kalau ada yang macet jangan diputar atau dibuka dengan paksa.
Kalau memang tidak paham, bawa ke teman yang paham atau bawa ke service center. Kalau dipaksa bisa jadi ada bagian yang patah.

9. Baca tips mengganti lensa kamera SLR saat anda memotret diluar ruangan untuk meminimalkan resiko kemasukan debu.

10.Periksa ada tidaknya debu di sensor kamera DSLR anda , kalau memang terdeteksi ada, gunakan blower. Jika blower tidak bisa menghilangkan debu, bawa ke service center.

11. Simpan kamera di tempat yang kering dan tidak terkena cahaya langsung. Kalau memang ada budget, beli dry box atau dry cabinet sehingga kita bisa mengontrol tingkat kelembaban.

Senin, 04 November 2013

Nikon D5300 digandrol Kamera DSLR Dengan WiFi Pertama di Dunia

Berita baru buat para nikkor, ada terobosan baru yang dibuat oleh Nikon. Mereka membuat kamera SLR terbaru dengan seri D5300 yang sudah dilengkapi akses Wi-Fi didalamnya. Padahal sebelumnya, hanya kamera saku yang memiliki konektifitas Wi-Fi. 

Selama ini para fotografer dibebankan mengeluarkan biaya tambahan untuk menambah perangkat khusus bila kameranya ingin terkoneksi dengan internet. Namun kini kamera Nikon D5300 menjadi promotor kamera digital SLR profesional yang memiliki konektifitas Wi-Fi built in

Kamera Nikon D5300 memiliki dukungan Wi-Fi 802.11 yang bisa digunakan untuk transfer foto ke smartphone atau mengunggahnya di jejaring sosial. Kamera yang menjadi suksesor D5200 ini memiliki sensor dengan resolusi 24,2 megapiksel dengan optik berfilter rendah. 

Prosesornya menggunakan EXPEED 4 yang mampu merekam video hingga 1080/60p. Peningkatan lain yang terjadi adalah daya tahan baterai yang mampu memotret hingga 700 foto, meningkat 200 foto dari kamera pendahulunya. 

Kamera slr ini juga dilengkapi dengan GPS, lebih ringan 25 gram dari D5200, dan layar lebih lebar dengan diagonal 3,2 inci. Nikon D5300 juga dipoles dengan tiga pilihan warna hitam, abu-abu, dan merah yang dijual mulai sekira Rp15,8 juta dengan lensa kit 18-140mm f/3,5-5,6. Sedangkan harga body-only dibanderol USD800 atau sekira Rp9 juta. Keduanya sudah tersedia di toko-toko kamera mulai pertengahan Oktober ini.

Perbandingan Kamera Canon dengan kamera nikon

Anda senang berburu foto dengan kamera canon jenis DSLR? Atau mungkin Anda lebih senang berburu foto dengan kamera DSLR keluaran Nikon? Ya, kedua jenis kamera DSLR ini memang seperti menjadi favorit para fotografer. Bisa dibilang, kamera Canon dan kamera Nikon jenis DSLR ini merupakan merek yang paling banyak dipilih di dunia.

Sebagian fotografer beranggapan bahwa kamera canon lebih unggul daripada Nikon. Adapula yang beranggapan sebaliknya, yaitu keunggulan kamera Canon masih berada di bawah Nikon. Namun, keduanya tentu memiliki keunggulan maupun kelemahan masing-masing. Tidak ada satu kamera jenis apa pun yang sama sekali tidak memiliki kekurangan.

Kamera Canon vs kamera nikon, Keunggulan dan Kelemahan Kamera DSLR

Canon camera dan Nikon merupakan dua di antara merek dagang yang menggunakan sistem kamera DSLR. Lantas, apa keunggulan dan kelemahan yang dimiliki sistem kamera SLR? Secara umum, setiap kamera jenis DSLR memiliki kualitas yang hampir sama. Di antaranya, mempunyai fungsi manual maupun otomatis serta dilengkapi dengan sensor berukuran besar yang tentu saja jauh lebih besar dibanding kamera digital biasa maupun kamera ponsel.
Biasanya, yang menjadi pembeda di antara kamera SLR adalah dalam hal desain, fitur, koleksi lensa, serta aksesori lainnya.Memang cukup sulit untuk menentukan sistem mana yang lebih baik karena semuanya sama-sama memiliki keunggulan dan kelemahan. Namun, ada dua merek dagang sistem kamera DSLR yang sangat populer, yaitu Canon camera dan Nikon.

Kamera Canon vs kamera nikon, Cara Memperdalam Ilmu Phography

Sebelum lebih jauh membahas keunggulan maupun kekurangan yang dimiliki Canon camera dan Nikon jenis DSLR, ada baiknya Anda mengenal salah satu cara untuk memperdalam ilmu fotografi alias ilmu jeprat-jepret ini.
Setiap orang tentu akan sepakat bahwa salah satu cara awal untuk memperdalam ilmu fotografi adalah mengenal dan memahami berbagai macam kamera. Baik berdasarkan merek dagang maupun tektek bengek lainnya. Namun, ada dua jenis kamera DSLR yang kerap menjadi pembicaraan hangat di beberapa forum, yaitu Canon camera dan Nikon.
Tidak dapat dipungkiri, kedua merek dagang kamera SLR tersebut memang tengah bersaing secara ketat untuk merebut hati pengguna. Terutama, di Indonesia. Meskipun dominasi Canon camera dan kamera Nikon jenis DSLR ini begitu besar, bukan berarti tidak ada merek dagang lain yang juga patut diperhitungkan.
Dengan demikian, jelas sudah bahwa mengenal serta memahami jenis-jenis kamera (bukan hanya Canon camera) merupakan modal utama yang harus dimiliki untuk memperdalam ilmu fotografi. Jika Anda ingin menjadi fotografer andal serta mampu menghasilkan karya-karya berkualitas dan berestetik tinggi, kenalilah dahulu jenis kamera yang digunakan hingga bagian-bagian terkecilnya.

Perbandingan Kamera canon dan Nikon

Jika Anda mengajukan pertanyaan mengenai kamera jenis DSLR mana yang lebih bagus, apakah Canon camera atau Nikon? Jawabannya cukup sulit dipastikan karena keduanya sama-sama memiliki keunggulan dan kelemahan. Untuk memastikan pilihan Anda, sebaiknya perhatikan beberapa keunggulan dan kelemahan Canon camera dan Nikon jenis DSLR berikut ini.

1. Perbandingan Canon Camera dan Nikon – Keunggulan dan Kelemahan Canon Camera

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa Canon camera merupakan salah satu merek dagang yang paling diminati masyarakat dunia. Salah satu keunggulannya, Canon camera mempunyai koleksi lensa yang lengkap dan beragam. Mulai lensa berkualitas rendah hingga lensa berkualitas tinggi.

Selain memiliki koleksi lensa beragam, Canon camera tersedia dalam beberapa jenis yang beragam pula. Mulai Canon camera yang diperuntukkan bagi pemula hingga Canon camera bagi seorang profesional.
Untuk ukuran kamera yang diperuntukkan bagi pemula, kualitas Canon camera boleh dibilang sangat bagus. Misalnya, 1000D, 450D, 500D, dan 550D. Perlu diketahui pula bahwa semua jenis tersebut sangat mudah digunakan dan memiliki antarmuka serta menu yang terorganisasi dengan baik atau rapi.

Akan tetapi, jenis Canon camera bagi pemula ini memiliki kekurangan, yaitu dalam hal bahan dasar pembuatannya. Ya. Bahan yang digunakan untuk membuat Canon camera pemula terbilang agak murahan sehingga tidak terlalu nyaman saat digenggam.

Untuk Canon camera kelas menengah ke atas, kualitas gambar yang dihasilkan sangat baik meskipun masih bergantung pada lensa yang digunakan. Canon camera jenis 40D mempunyai 10mp, 50D mempunyai 15mp, dan 7D mempunyai 18mp. Angka-angka ini tentu lebih tinggi dibanding kamera Nikon yang masih bertahan di angka 12mp.

Itulah beberapa keunggulan dan kelemahan Canon camera. Jika disimpulkan, Canon camera memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak dibanding kelemahannya. Seperti yang telah disebutkan bahwa kelemahan Canon camera hanya berada pada jenis bahan yang agak murahan untuk Canon camera khusus pemula. 

 2. Perbandingan Canon Camera dan Nikon – Keunggulan dan Kelemahan Kamera Nikon

Tidak kalah dengan pesaing utamanya, Canon camera, kamera Nikon pun memiliki sistem yang terbilang komplit. Seperti halnya Canon camera, Nikon mempunyai berbagai jenis lensa dengan kualitas tinggi. Bahkan, harga lensa Nikon masih lebih mahal dibanding lensa Canon camera.

Untuk ukuran kamera Nikon yang canggih (seperti D300s, D700, dan D3), auto fokusnya mampu bekerja lebih baik. Pengendalian noise pada ISO lebih tinggi satu kelas di atas merek dagang lain sehingga kamera Nikon sangat cocok digunakan untuk memotret di ruangan gelap dibanding Canon camera.
Berbeda dengan Canon camera, produk Nikon untuk pemula memiliki kualitas yang tidak terlalu bagus. Beberapa kekurangannya, yaitu antarmuka kurang baik, susunan menunya tidak terlalu rapi, dan kurangnya tombol-tombol yang disediakan sehingga pengguna cukup kesulitan untuk mengakses settingan.

Selain itu, kamera Nikon untuk pemula tidak dilengkapi auto fokus berbeda dengan Canon camera, sehingga pada beberapa lensa lama pengguna terpaksa harus memakai manual fokus. Kamera Nikon memiliki filosofi yang tetap bertahan dengan menggunakan sensor 12mp untuk setiap kamera pada kelas menengah ke atas. Namun, noise kamera Nikon lebih fokus sehingga bintik-bintik yang muncul pada gambar akan disetting dengan ISO tinggi.

Itulah penjelasan mengenai keunggulan serta kelemahan yang dimiliki kamera Nikon jenis DSLR. Dibanding Canon camera, kamera Nikon pun tidak kalah memiliki banyak keunggulan meskipun lebih banyak kekurangannya. Namun, kekurangan yang dimiliki Canon camera dan Nikon sama-sama terletak pada kamera untuk pemula.

Setelah membaca penjabaran mengenai perbandingan Canon camera dan Nikon jenis DSLR, diharapkan Anda dapat memilih merek dagang paling sesuai dengan kebutuhan. Pada dasarnya, Canon camera maupun Nikon jenis DSLR sama-sama memiliki kualitas tinggi untuk kelas menengah ke atas. Perbedaan keduanya hanya terletak pada jenis kamera untuk pemula.

Meskipun demikian, adapula hal yang harus diperhatikan sebagai pertimbangan untuk memilih Canon camera maupun Nikon. Ya, apalagi, jika bukan masalah harga. Sebisa mungkin, Anda memilih salah satu jenis kamera yang memiliki kualitas baik serta sesuai dengan isi kantung.

Selain menyesuaikan dengan isi kantung, kenalilah tujuan Anda membeli salah satu kamera tersebut. Sesuaikanlah dengan kebutuhan memotret Anda. Jika Anda kurang pandai menggunakan auto fokus manual, Canon camera boleh menjadi pilihan. Sebaliknya, jika termasuk orang yang senang mengutak-atik auto fokus, sebaiknya Anda memilih kamera Nikon.

Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kamera DSLR yang paling cocok, Anda boleh mencoba kedua perangkat kamera tersebut. Lalu, bandingkan dan pilihlah yang paling cocok serta memiliki 'kesenyawaan' dengan jiwa Anda. Apakah Canon camera atau Nikon camera? Namun, tentu saja Anda harus merogoh kantung lebih dalam jika ingin mencoba keduanya.

Bagaimana, apakah Anda lebih tertarik untuk mengenggam Canon camera atau kamera Nikon? Ya. Semua pilihan lagi-lagi akan kembali pada diri Anda sendiri. Memilih Canon camera maupun kamera Nikon sama-sama memiliki kualitas baik.Setelah salah satu merek dagang tersebut ada di genggaman Anda, bergegaslah untuk berburu foto dengan kamera DSLR Nikon maupun Canon camera!

Sejarah Kamera Nikon dari tahun ke tahun

Nikon Corporation (Nikon, Nikon Corp.) adalah sebuah perusahaan Jepang mengkhususkan dalam bidang optik dan gambar. Produknya termasuk kamera, teropong, mikroskop, alat pengukur. Perusahaan ini didirikan pada 1917 sebagai Nihon (Nippon) Kōgaku Kōgyō (日本光學工業株式會社); kemudian berganti nama menjadi (株式会社ニコン), atas nama kameranya, pada 1988. Pada 2002, ia memiliki 14.000 tenaga kerja. Nikon adalah salah satu dari perusahaan Mitsubishi. 

Produk terkenalnya adalah lensa kamera Nikkor, kamera dalam air Nikonos, kamera profesional seri Nikon F, dan digital kamera Nikon seri-D. 

Saingan utama Nikon termasuk Canon, Minolta, Leica, Pentax, dan Olympus. 

Nikon Corporation didirikan pada 25 Juli 1917 ketika tiga produsen optik terkemuka bergabung untuk membentuk sebuah perusahaan, komprehensif optik terintegrasi yang dikenal sebagai Nippon Kogaku Tōkyō KK Selama enam puluh tahun berikutnya, perusahaan ini berkembang menjadi produsen lensa optik (termasuk untuk kamera Canon pertama) dan peralatan yang digunakan dalam kamera, teropong, mikroskop dan peralatan inspeksi. Selama Perang Dunia II perusahaan tumbuh ke sembilan belas pabrik dan 23.000 karyawan, penyediaan barang-barang seperti teropong, lensa, pemandangan bom, dan periskop dengan militer Jepang. 

1917. 
Nippon Kogaku K.K., atau Japan Optical Co. didirikan sebagai hasil merger dari tiga firma optic kecil. Mereka menghasilkan produk-produk optis seperti mikroskop, teleskop, dan alat-alat pengukuran optis bagi industri dan ilmu pengetahuan. 

1932. 
Nikkor pertama kali dimunculkan sebagai produk lensa fotografi yang bervariasi mulai dari jarak 50mm sampai 700mm. 

1937. 
Melengkapi desain untuk lensa 50mm f4.5, 3.5, dan 2.0. Nikkor muncul sebagai perlengkapan asli bagi Hansa Canon yang keluar di tahun yang sama. Nippon Kogaku sebenarnya memproduksi 
semua lensa bagi Canon sampai pertengahan 1947. 

1948. 
Kamera Nikon I diluncurkan. Pengembangan produknya sendiri dimulai sejak 1945. Banyak nama yang diusulkan seperti BENTAX, PANNET, NICCA, NIKKA, NIKORET, NIKO and NIKKORETTE. Ketika 
akhirnya NIKKORETTE yang diputuskan sebagai nama fi nal, nama tersebut berubah kembali menjadi NIKON persis sebelum desain final dihasilkan. 

1957. 
Untuk menghasilkan yang terbaik, ahli teknisi kamera Nikon mencari ke seluruh dunia untuk ide dan solusi yang terbaru. Leica saat itu adalah pemimpin di kamera rangefi nder 35mm dan banyak produsen kamera mencoba untuk menirunya. Nikon memberanikan diri untuk mencoba memperbaikinya. Setelah berbagai percobaan, Nikon SP akhirnya dirilis di bulan September. Diikuti leh S3 di Maret 1958 dan S4 di Maret 1959. 

1959 
Pada bulan Mei 1959, kamera Nikon SLR yang pertama, Nikon F, diperkenalkan dan dengan cepat 
menjadi standar tak tertulis bagi para fotojurnalis serta fotografer profesional lainnya. Dalam memperkenalkan seri F, dengan viewfi nder yang dapat diganti-ganti, layer focus, dan lensa-lensanya, Nikon melewati Leica sebagai pemimpin baru di dunia kamera. 

1971 
Nikon F2 secara mudah menjadi kamera impian. Ia memiliki semua yang dibutuhkan oleh fotografer profesional pada sebuah kamera SLR yang mampu dibeli. Juga memiliki bentuk yang cantik dan fi tur yang menawan. 

http://www.mir.com.my/rb/photography/companies/nikon/htmls/models/smlimages/71f2sml.jpg 
Nikon F2, August 1971 


1983. 
Kamera compact dengan autofocus pertama kamera Nikon, L35AF, dipasarkan. 

1992. 
Nikonos RS, kamera bawah laut SLR yang pertama di dunia, dipasarkan. 

1997. 
Kamera digital Nikon COOLPIX 100 dipasarkan. 

1999. 
Kamera digital SLR profesional Nikon D1 dipasarkan. 

2005. 
Nikon D2X digital SLR camera dipasarkan kamera Nikon D2HS digital  dipasarkan. 

Senin, 28 Oktober 2013

Tips memilih lensa untuk kamera DSLR Nikon 2013

Setiap lensa ada kasta-kastanya, baik lensa zoom, telefoto dan fix. Posting ini memberikan sedikit panduan bagi yang pusing memilih lensa kamera Nikon (Nikkor) yang jumlahnya puluhan. Juga meringankan beban saya menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar lensa he he he.

Saya tidak membahas semua lensa disini, terutama lensa-lensa khusus (macro, tiltshift dll), tapi lensa-lensa umum seperti zoom dan fix cukup banyak yang saya tulis disini. Lensa lama juga saya tidak ulas karena kebanyakan tidak diproduksi lagi. Bagi yang penasaran tentang sejarah lensa Nikon dan kompatibiltasnya bisa dibaca di artikel ini.

Ada dua jenis lensa Nikkor berdasarkan diameternya, yaitu DX dan FX: Lensa DX (berdiameter lebih kecil dari lensa FX) sehingga hanya dapat mencakupi sensor berukuran APS-C. Sebagian besar kamera SLR Nikon yang beredar bersensor jenis APS-C. Lensa FX atau biasanya tidak disebutkan kode FX nya berdiameter lebih besar dari lensa DX sehingga dapat mencakupi sensor berukuran APS-C dan juga full frame yang ukuran fisiknya setara film 35mm.

Semua lensa dibawah ini AF-S artinya punya motor fokus internal (kecuali yang ditandai dengan kode AF). Sehingga cocok digunakan untuk kamera Nikon apa saja yang masih diproduksi sampai hari ini. Untuk harga jual kamera nikon, hanya perkiraan saja, untuk tepatnya periksa ke toko-toko kamera kesayangan Anda.



Lensa zoom standar (DX)

Nikkor 18-55mm f/3.5-5.6 VR : biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat dasar (D3200, D5200). Rp 1.25 juta
Nikkor 18-105mm f/3.5-5.6 VR : biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat menengah D90/D7000, lebih praktis dari 18-55mm karena rentang fokusnya lebih panjang, cocok untuk jalan-jalan. Rp 3 juta
Nikkor 16-85mm f/3.5-5.6 VR : Sedikit lebih lebar tapi lebih pendek, sisi lebarnya lumayan bagus untuk buat foto landscape yang agak dramatis. Kualitas foto dan ketajamannya setingkat diatas kedua lensa diatas. Kualitas lensa juga lebih kokoh. Rp 6 juta
Nikkor 17-55mm f/2.8 : Lensa DX terbaik, bodinya kokoh, autofokusnya gesit, tapi sayangnya belum ada VR/anti getarnya. Rp 13 juta
Rekomendasi: Nikkor 16-85mm VR bagus untuk yang mencari lensa jalan-jalan berkualitas yang seimbang dari segi ukuran, harga, kinerja. 17-55mm f/2.8 cocok untuk semipro dan pro. Masalah dengan 17-55mm adalah tidak ada anti getarnya jadi kalau foto di ruangan gelap agak rawan blur. Selain itu harganya cukup tinggi. Alternatifnya adalah Sigma 17-50mm f/2.8 OS atau Tamron 17-50mm f/2.8 VC.

Lensa zoom standar (FX)

Nikkor 24-85mm f/3.5-5.6 VR : Lensa kit yang dipaketkan dengan kamera Nikon D600. Ukurannya relatif kecil dan ringan dibandingkan lensa FX lainnya. Rp 5.2 juta
Nikkor 24-120mm f/4 VR : Lensa praktis untuk jalan-jalan, ketika dipasang di kamera full frame, sudut pandangnya mirip 16-85mm f/3.5-5.6 VR. Rp 12.5 juta
Nikkor 24-70mm f/2.8 : Lensa berkualitas tinggi, tajam, kokoh dan gesit, andalan profesional. Rp 17.3 juta
Rekomendasi: Kalau tidak keberatan dengan harga dan ukuran fisik lensa, 24-105mm dan 24-70mm akan memberikan kualitas foto yang sangat baik.

Lensa sapujagat (DX dan FX)

Nikkor 18-200mm f/3.5-5.6 VR II DX : Lensa sapujagat, praktis bagi orang-orang yang ingin lensa lebar dan tele menjadi satu, sehingga tidak repot ganti-ganti lensa. Harga yang mesti dibayar adalah ukuran lensa lebih besar dan kualitasnya standar-standar saja. Harga juga tidak begitu murah. Seri ke II ini menambahkan Lock/kunci untuk mencegah lensa merosot saat menghadap kebawah. Rp 8 juta
Nikkor 18-300mm f/3.5-5.6 VR DX : Lensa sapujagat dengan rentang yang lebih besar lagi, tapi makin berat dan mahal. Rp 9.5 juta
Nikkor 28-300mm f/3.5-5.6 VR FX : Memberikan sudut pandang yang sama dengan 18-200mm di kamera full frame, cocok untuk kamera full frame Nikon. Kualitasnya standar. Rp 10 juta
Rekomendasi: Saya jarang merekomendasikan lensa sapujagat karena kualitasnya standar, tapi bagi yang suka kepraktisan, saya sarankan 18-200mm VR II.

Lensa zoom lebar (DX & FX)

Nikkor 10-24mm f/3.5-4.5 VR DX : Lensa super lebar yang biasanya digunakan untuk foto pemandangan atau jurnalistik. Kualitasnya standar. Rp 9.15 juta
Nikkor 12-24mm f/4 VR DX : Lensa yang kualitas fotonya lebih bagus dan bukaannya konstan. Tapi harganya agak tinggi dibanding kualitasnya.Rp 9.75 juta
Nikkor 16-35mm f/4 VR FX : Lensa super lebar dibuat untuk kamera full frame Nikon. Cukup praktis dan bisa diandalkan. Bisa muat filter berukuran 77mm. Rp 13.3 juta
Nikkor 14-24mm f/2.8 FX : Lensa super lebar terbaik yang dimiliki Nikon. Ketajamanannya melampaui sebagian lensa zoom dan beberapa lensa fix. Karena sangat lebar, pengguna tidak dapat memakaikan filter. Rp 18 juta
Rekomendasi: Lensa zoom DX Nikon sepertinya kurang bergigi, kualitasnya biasa saja tapi harganya tinggi. Alternatifnya yaitu Tokina 11-16mm f/2.8 dan 12-28mm f/4. Keduanya memiliki performa dan kualitas badan lensa yang lebih bagus. Untuk kamera full frame, saya merekomendasikan 16-35mm f/4 VR. Fitur VR dan dapat menerima filter membuatnya menjadi lensa utama untuk travel photography.

Lensa zoom telefoto (DX)

Nikkor 55-200mm f/4-5.6 VR – Lensa telefoto murmer, kadang dipaketin dengan pembelian kamera. Rp 2.2 juta
Nikkor 55-300mm f/4.5-5.6 VR – Lensa telefoto yang sedikit lebih panjang. Rp 3 juta
Rekomendasi: Nikkor 55-200mm karena ringan, murah, berkualitas cukup baik. 55-300mm menurut saya agak besar dan berat, performa di rentang 200-300mm juga tidak begitu tajam. Bukaan di 55mm sedikit lebih kecil (f/4.5 vs f/4). Jangkauan/sudut pandang 200mm dan 300mm bedanya tidak terlalu banyak dalam praktiknya.

Lensa zoom telefoto (FX)

Nikkor AF 70-300mm f/4-5.6 – Lensa murmer dibawah 2 juta biasanya, tidak punya motor fokus dan kualitasnya standar. Rp 1.5 juta
Nikkor 70-300mm f/4.5-5.6 VR – Sudah punya motor AF dan kinerja autofokusnya bagus, kualitas foto juga diatas standar. Rp 5 juta
Nikkor 70-200mm f/4 VR – Kualitas fotonya bagus dan ukurannya tidak seberat yang f/2.8. Teknologi VRnya tercanggih, bisa meredam getaran hingga 5 stop (biasanya 3-4 stop). Rp 13 juta
Nikkor 70-200mm f/2.8 VR – Lensa paling top, memberikan kualitas foto dan AF yang sangat bagus, biasanya diandalkan oleh profesional. Rp 23.5 juta
Rekomendasi: Untuk lensa telefoto, rekomendasi saya jatuh ke 70-200mm f/4 ataupun f/2.8 karena kualitas foto yang dihasilkan sangat tajam dan bagus. Kinerja autofokus dan badan lensa juga berkualitas. 70-300mm saya rasa agak tanggung, tapi kalau dana terbatas dan ingin lensa yang kinerja autofokusnya lumayan, AF-S 70-300mm f/4.5-5.6 VR bisa diandalkan.

Lensa fixed/prime (tidak bisa zoom, kecuali pakai kaki)

Nikkor 28mm f/1.8 – Biasanya untuk pemandangan, street photography. Rp 6.75 juta
Nikkor 35mm f/1.8 DX – Biasanya untuk street photography, product, environmental portrait (foto manusia dan lingkungannya). Rp 2.2 juta
Nikkor AF 50mm f/1.8D – Lensa fix termurah Nikon, tapi tidak bisa dipakai di kamera tingkat dasar Nikon yang tidak memiliki motor fokus. Rp 1.4 juta
Nikkor 50mm f/1.8G – Tidak terlalu banyak berbeda dari 35mm, namun lebih cenderung untuk portrait. Rp 2.2 juta
Nikkor 85mm f/1.8 – Portrait close-up atau candid. Rp 5 juta
Nikkor 85mm f/1.4 – Portrait, cuma kualitasnya lebih bagus dan latar belakang lebih blur. Rp 16 juta
Nikkor 105mm f/2.8 Macro VR – Untuk menangkap detail subjek berukuran kecil, contoh serangga, bunga. Rp 8.2 juta
Nikkor 200mm f/2G VR – Olahraga lapangan, fashion. Rp. 39 juta
Nikkor 300mm f/2.8 VR – Olahraga lapangan, satwa liar, burung. Rp 45 juta

Rekomendasi: Kebanyakan lensa fix modern Nikon yang berkode AF-S kualitasnya sudah sangat baik dari segi kualitas maupun kinerja autofokusnya. Jadi beli yang manapun juga tidak masalah, tinggal sesuaikan dengan jarak fokus/focal length yang disukai. Jika anda ingin membeli produk seken-nya baik di toko biasa atau di toko online, anda dapat memperbandingkannya terlebih dahulu supaya tidak salah pilih.

10 TIPS UNTUK PEMOTERTAN UNDERWATER

Diving/ menyelam sudah menjadi bagian sport yang sudah mulai banyak digemari oleh banyak orang di Indonesiabanyak kursus diving menjamur di Jakarta.Ditambah dengan adanya kamera slr menambah satu hobby baru bagi pencinta diving

Berikut tips2 nya:

1.Siapkan perlengkapan camera dan under water case dengan benar Lakukan check ing untuk terakir kalinya di boat pastikan semua fungsi kamera berjalan dengan baikterutama check baterainya dalam kondisi full

2. Lakukan sekenario pemotertan Sebaiknya divers sudah memiliki pengetahuan medan yang akan diselamijika belum tanyakan pada pemandu atau guide nya Perlu juga diketahui dalamnya dive sehingga sudah kita set iso , filter , kempampuan blitz sehingga sewaktu kita dive tidak perlu pusing lagi menentukan iso dan compensasi blitz

3. Tentukan lensa yang akan dipakai dan kamera yang dipakaiMakro lenswide lens atau standar lens Hal ini dikarenakan perbedaan casing underwater (kecuali divers mengunakan kamera poket yang sudah memiliki case sepertimju 3000, casio 3150, kamera canon d 10 (10 meter) untuk dua merek sebelumnya hanya untuk 3 meter. 

4. Kemampuan Dive yang cukup baikHal ini diperlukan untuk melakukan pemotretan karena object yang diphoto adalah object bergerak , jangan sampai divers tidak bisa mengendalikan keseimbangan nya sehingga hasil foto akan kabur

5. Lakukan emergency exitLakukan pengecekan sebelum lebih dalam menyelam, lakukan check untuk beberapa kali jika case yang dipakai baru dan jangan melebihi kedalaman yang sudah di tentukan. Lakukan emergency exit jika ada kebocoran tetapi tetap perhatikan keselamatan dalam emergency exit

6. Lakukan pemotretan dengan pemantauan disekitar objet yang difotoLakukan observasi di daerah yang akan difoto untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti 1. Gelombang atau arus yang deras 2. Slope atau karang disekeliling , jangan sampai waktu pemotretan makro kita hanya fokus dengan object yang difoto kita tidak tahu disekitarnya ada karang yang tajam atau coral yang rapuh sehingga jika tidak menjaga keseimbangan akan merusak karang yang membutuhan waktu puluhan tahun untuk bertumbuh hanya 10 cm saja

7. Lakukan pemotetan berulang ulang dengan berbagai angleHal ini dilakukan karena kita blm tentu menghasilkan photo yang baik , juga karena belum tentu kita menemukan object yang sama dengan kondisi yang sama

8. Fokus dimataFokuskan dimata untuk object ikan sehingga object akan terlihat lebih tajam dan fokus

9. Ingat Pasokan udaraInggat untuk tetap melihat pasokan udara , jangan sampai kita lupa untuk melihat pasokan udara karena terlalu asik memotret

10. Konvervasi lingkungan bawah lautIngat untuk menjaga lingkugkan bawah laut karena itu aset dunia

so have fun guys:)

Rabu, 23 Oktober 2013

Fotography, Just Do It!

“Fotografi adalah pikiran setiap komponen yang akan masuk ke plot adegan.” seorang teman mengatakan kepada saya sebelum dia berangkat ke sisi selatan Pegunungan Bukit Barisan dengan sepeda. Saya setuju, tapi saya akan menambahkan bahwa kalimat tersebut hipo - nama frase “fotografi adalah seni”. Artinya seni yang kita sering menganggapnya sebagai refleksi dan apresiasi kita terhadap perjalanan kehidupan. Oleh karena itu, saya sangat mendukung pernyataan para ahli yang mengklaim bahwa seni adalah benar-benar relatif.

Suatu hari saya melakukan aktifitas menyenangkan untuk bepergian ke Green Canyon dengan beberapa teman. Saat itu saya baru saja membeli kamera canon. Dan kebetulan kamera saya adalah satu-satunya kamera yang memadai untuk mendokumentasikan perjalanan kami. Saat itulah saya menyadari bahwa untuk menjadi seorang fotografer saya harus memiliki “BPho Degree” (bachelor of photography) sehingga orang tidak berani untuk mengatur kami ketika kita memotret. Ketika saya mengambil gambar untuk sebuah moment yang menurut saya baik, mereka selalu saja berkomentar, saat itulah saya mulai menyerang kegiatan memotret apapun untuk memecahkan sesuatu yang masih mengganjal pikiran dan akhirnya saya hanya memilih untuk mengambil video dari perjalanan kami.
Ketika kita belajar naik sepeda sampai mencapai langkah berikutnya untuk naik sepeda motor, kita akan merasa sebagai tahap pembelajaran. Kita masih dimanjakan dengan roda empat/tiga, untuk mengalami pasang surut ketika mulai menggunakan roda dua. Setelah kita mencapai kemajuan langkah naik, beberapa tahun kemudian kita mulai belajar mengendarai sepeda motor. Relevansi naik sepeda dan sepeda motor hanya dalam konsep dasar tertentu, keseimbangan roda dua, mengontrolnya dengan setang , dan mengatur kecepatan. Selanjutnya, ketika sudah bertahun-tahun akrab dengan sepeda motor, insting kita sering lebih terlibat daripada kesadaran mainstream. Pernah merasa sepeda motor dan pikiran mengembara dari Kutub Utara ke Johannesburg? Anda masih bertahan sampai tujuan meskipun konsentrasi tidak penuh. Yeah Instinct!
Formulasi adalah sebagai berikut :
1 . Awal membeli kamera slr, saya ingin tumbuh naluri fotografi saya. Tidak peduli baik atau buruk bagi pendapat orang lain. Namun dalam tahap itu , jika aku terlalu ditekan maka saya lebih baik berhenti “menembak” orang atau semakin banyak komentar itu menjadi diam.
2 . Teori fotografi sehingga tidak bisa dikesampingkan. Saya peroleh dari warisan ibu dari sebuah buku berjudul “Instructions for Taking” dicetak pada tahun 1977. Setidaknya saya belajar sedikit teori dan ketika telah memiliki kamera , saya berlatih sambil terus belajar teori tambahan. Dalam dunia teori akademis adalah formulasi hasil penelitian atau kejadian berulang-ulang dan mendekati konsistensi.
3 . Saya sangat senang untuk mengamati, memberikan apresiasi, meskipun menJudge foto adalah sama sekali tidak kompeten untuk melakukannya. Tapi saya harus membekali diri dengan dari beberapa referensi, dan semangat yang dapat saya menggambarkan sebagai berikut: untuk membuat foto ini sangat mudah , hanya perlu berpikir tentang waktu dan apa yang akan masuk ke dalam bingkai petak saya, dan lakukan!
4 . Dan fotografi adalah seni! Meskipun dengan tipe kamera jelek kita sudah melakukan seni karena seni tidak memiliki tolak ukur. Jika seseorang mengatakan bahwa gambar kita jelek, dan kemudian mengkonfirmasi kepadanya bahwa itu adalah refleksi dari peristiwa yang kita hadapi, kita membawa kamera, dan itu kemampuan fotografi kita. Ya, itu seni.
5 . Fotografi yang kompleks. Rumusnya adalah imajinasi + wawasan. Definisi Kembali ke teman saya tadi, ketika berpikir tentang komponen dalam sebuah foto maka peran itu adalah imajinasi + wawasan. Dan insting adalah jenis bahan bakar, dan katalis yang akan mempengaruhi hasil akhir.
6 . Fotografi tidak terbatas ruang dan waktu dan menjadi bagian dari kehidupan Anda. Seorang teman pernah berkata, ” Anda dapat mengambil gambar yang bagus karena itu adalah tempat yang bagus”. Saya datang dan kemudian memberikan resep berikut: Saya berjuang untuk hidup saya untuk pergi ke tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. Saya ingin melakukan perjalanan dunia dan membuat lebih banyak foto. Ketika saya sedang berjuang untuk pergi ke suatu tempat, maka itu adalah beberapa persen dari kegiatan fotografi awal. Bandingkan dengan anda bahwa begitu-begitu saja? cita-cita dan impian rendah? bagaimana anda suka hidup dengan pitch yang lebih tinggi ?
7 . Selain seni, saya tidak menyangkal ada sesuatu tertentu sebagai ” fotografi ” sering diidentikkan sebagai ilmu fotografi. Tidak ada salahnya terjun ke dunia ini karena semua orang tidak memiliki kemampuan sama. Lakukan penilaian diri.
8 . Just do it !

Tahukah anda tentang Still Photography?

Pernahkah mendengar profesi seorang Still Photographer? Saya pikir, mungkin hanya sebagian orang saja yang tahu. Senin, 14 November lalu, Kelas Pagi Yogyakarta (KPY) yang dikenal sebagai komunitas belajar fotografi gratis untuk rakyat mengadakan sharing seputar Still Photography bersama Syamsul Hadi. Selama sesi pembahasan dan presentasi, dia begitu antusias menjelaskan apa itu Still Photo yang mungkin masih awam di telinga kita. Sebagai seorang yang menggeluti profesi still photographer selama bertahun-tahun, membuat Hadi bisa dengan lugas menceritakan seluk beluk pekerjaan yang dia tekuni.

 Di dalam proses pembuatan film, tentu kita mengenal profesi seperti sutradara, produser, make up artist, lighting, dan sebagainya. Namun, profesi yang dipilih Hadi ini jarang ada orang yang tahu. Karya para still photographer biasanya dipublikasikan dalam bentuk buku yang memuat photo story atau behind the scene dari film itu, poster film yang terpampang di bioskop, iklan film di media massa, sebagai foto di website resmi film, bahkan merambah hingga dikemas dalam bentuk merchandise seperti mug, kaos, dan gantungan kunci. Syamsul Hadi adalah salah satu still photographer yang sudah menangani beberapa produksi film baik berskala lokal maupun internasional. Salah satu karyanya yang telah dibukukan adalah film Berbagi Suami. Dalam menjalankan pekerjaannya, Hadi tetap mengutamakan prinsip selektif dalam memilih film yang akan dia garap. Banyak produser menawarinya menggarap film bergenre esek-esek. Namun, dengan tegas ditolaknya. Dia sadar bahwa dirinya sudah berkeluarga dan memiliki anak istri. Tentunya dia tidak ingin keluarganya menilai negatif jika dirinya menerima tawaran tersebut.

Pengalaman suka duka jelas mewarnai setiap jengkal pekerjaannya. Pernah ia terlibat dalam pembuatan film berjudul Lastri dibintangi Marcella Zalianty yang akhirnya batal tayang. Apa boleh buat, hal itu harus diterimanya secara ikhlas. Melihat profesinya tidak bisa dibilang sebagai profesi tunggal, dia lantas melebarkan sayap usahanya dalam bentuk usaha wedding photography dan usaha konveksi. Hadi sempat beberapa kali berucap, penghasilan sebagai still photographer tidak banyak. Namun, passion dia memang berada di bidang itu. Dan dia yakin, jika segala sesuatunya ditekuni, maka akan menghasilkan sesuatu yang baik.

Selama enam tahun terakhir ini, Hadi mulai dibantu oleh dua orang asisten. Kedua asisten itu tidak melakukan aktivitas memotret, tetapi mereka tetap harus paham mengenai fotografi. Asisten pertama mengurusi peralatan, asisten kedua bertugas menyimpan data. Kehadiran asisten sangat membantu Hadi dalam pekerjaannya, karena dalam satu hari pemotretan di lokasi film, Hadi bisa memakai 2-3 buah kamera dan membutuhkan peralatan banyak tentunya. Hadi bercerita ketika menjalani profesinya, dia sempat beberapa kali mengalami kendala. Kendala itu bisa datang dari pihak kru film maupun pemain film itu sendiri. Ada artis yang susah diajak kerjasama. Kru film pun kadang bahkan merasa terganggu dengan kehadiran Hadi, karena boomer terlalu sensitif berakibat suara jepretan kamera masuk sound. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya dalam bekerja. Maka dari itu, Hadi menyarankan sebagai bagian dari pekerja film, still photographer harus memiliki kemampuan sosialisasi yang tinggi dan bisa melakukan tindakan persuasi secara baik dengan kru film bahkan para pemain filmnya. Sepintas, pekerjaan Hadi terkesan mudah. Namun, banyak hal yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar sebagai seorang still photographer. Hadi hanya diperbolehkan memotret ketika pemain film dalam posisi berlatih supaya tidak mengganggu konsentrasi para pemain. Namun, hal ini tidak serta merta membuat Hadi kehilangan kesempatan mengambil gambar. Ketika pemain sudah siap untuk diambil gambarnya, hak sepenuhnya memang berada di tangan sutradara. Selain itu, still photographer juga dilarang menyebarluaskan (upload) dan meng-copy foto yang diambil di lokasi selama proses syuting berlangsung kecuali seizin publishes. Jika hal itu sampai terjadi, sutradara berhak memutus kontrak kerja tanpa ada pembicaraan lebih lanjut. Bagi Hadi, hal terpenting dalam still photography adalah komposisi warna supaya foto yang dihasilkan paling tidak hampir sama dengan warna yang dihasilkan dari produksi film. Profesi ini juga menuntut si fotografer hafal teknik fotografi di luar kepala sehingga tidak ada istilah foto under atau over exposure. Hal ini akan sangat membantu karena fotografer dituntut bergerak cepat terutama ketika memotret adegan yang berlangsung sekejap seperti akting berkelahi. Hadi selalu menggunakan setingan manual untuk memotret. Setingan autofocus kadang juga dipakai. Dengan mobilitas dan frekuensi penggunaan kamera yang cenderung aktif dan berada di segala medan dan cuaca, membuat Hadi sangat intens memperhatikan kondisi kamera yang dipakainya itu. Pernah ada suatu kejadian ketika dia selesai memakai kamera untuk memotret produksi film selama dua bulan, teknisi kamera sampai mengatakan kalau kamera dipakai lebih dari jangka waktu itu, kemungkinan besar kamera sudah tidak akan bisa dipakai. Hal ini merupakan tantangan untuk para still photographer menjaga aset mereka. Budget yang tidak sedikit untuk menambah varian peralatan memotretnya juga tidak diperoleh Hadi secara mudah. Sedikit demi sedikit dari penghasilannya dia tabung untuk membeli peralatan itu. Still photographer membutuhkan berbagai jenis lensa untuk mengantisipasi tempat pengambilan lokasi syuting yang bisa berubah-ubah. Selain lensa, Hadi menganjurkan untuk memiliki alat seperti light meter, spot meter, dan colour meter. Alat-alat itu diperlukan ketika berhadapan dengan masalah pencahayaan. Hadi juga memberikan beberapa tips terkait dengan profesi ini. Still photographer harus membaca naskah film secara utuh agar nantinya bisa merancang konsep pemotretan. Kadang ada yang malas membaca naskah. Kondisi semacam ini akan menimbulkan kebingungan bagi still photographer sehingga hasil jepretannya tidak sama dengan yang diinginkan sutradara. Sebelum memotret, sebaiknya mendatangi lokasi lebih awal supaya bisa mencari ‘titik aman’ ketika memotret. Titik aman yang dimaksud disini adalah hal-hal teknis seperti ukuran ISO berapa yang akan digunakan di lokasi itu, sehingga nantinya saat persiapan dan syuting dilakukan tinggal memotret tanpa harus pusing memikirkan masalah teknis. Tips lain yang tak kalah penting adalah memasang tanda berupa lakban hitam atau apa pun yang menunjukkan posisi si fotografer ketika akan mengambil gambar. Hal ini penting, mengingat saat syuting, tentunya ada banyak kru film yang tersebar di berbagai sudut lokasi syuting dan ini akan memudahkan still photographer untuk menjalankan tugasnya supaya tidak mengganggu pekerjaan kru lain. Supaya memudahkan tugasnya, saya menyarankan still photographer bertindak cepat dan efisien. Dari sekian foto yang diambil, tentu tidak semuanya diserahkan pada produser. Foto-foto yang dianggap penting dan mewakili proses syuting saja yang diserahkan. Untuk itu, fotografer harus rajin membuat folder foto setiap hari. Kalau tidak, pekerjaan akan menumpuk belakangan. Selain itu, still photographer juga harus pintar mengatur suasana hati. Produksi film jelas memakan waktu yang cukup lama. Still photographer bergelut dengan pekerjaaan memotret sepanjang hari selama waktu syuting yang bahkan sampai berbulan-bulan.

Untuk menyiasati, saya berpesan bersikaplah profesional, dan tidak menghabiskan tenaga di awal-awal pengambilan gambar. Biasanya still photographer yang masih amatir terlalu bersemangat di awal syuting dan merasa kehabisan tenaga saat mendekati hari terakhir syuting. Mereka harus memiliki kemampuan mengolah suasana hati supaya tidak cepat bosan. Bagian yang lumayan sulit ketika menjalankan pekerjaannya adalah memotret departemen artistik dan wardrobe.

Kedua departemen itu paling sulit diambil karena tidak berada di lokasi syuting. Keberadaan mereka terpisah dengan kru film yang lain. Untuk menyiasatinya, Hadi langsung mendatangi ruang make up dan mencuri waktu selama masih ada kesempatan untuk memotet. Di akhir sesi tanya jawab, Hadi berpesan bahwa jika ingin serius menggeluti profesi sebagai still photographer, seseorang harus memiliki semangat juang tinggi. Melihat kondisi ketika kru film sudah selesai bekerja dan bisa santai, Hadi masih harus mengolah dan mengedit foto untuk dimasukkan ke dalam folder yang nantinya akan ditujukan kepada produser untuk dipilih yang terbaik dari sekian banyak foto. Profesi yang melelahkan sekaligus menantang bukan. Anda tertarik?